Analisis Laporan Keuangan

  1. Pengertian

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Analisa Laporan Keuangan terdiri dari dua kata Analisa dan Laporan Keuangan. Analisa adalah memecahkan atau menguraikan sesuatu unit menjadi berbagai unit terkecil. laporan keuangan adalah Neraca, Laba/Rugi, dan Arus Kas (Dana).

Menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun data nonkuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat (Sofian Syafri Harahap, 1998:190).

Menurut Soemarso (2006:430), adalah hubungan antara suatu angka dalam laporan keuangan dengan angka lain yang mempunyai makna atau dapat menjelaskan arah perubahan (trend) suatu fenomena.

Analisis laporan keuangan (financial statement analysis) adalah aplikasi dari alat dan teknik analitis untuk laporan keuangan bertujuan umum dan data-data yang berkaitan untuk menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang bermanfaat dalam analisis bisnis.

Untuk dapat memproleh gambaran tentang perkembangan finansial suatu perusahaan, perlu mengadakan analisa atau interprestasi terhadap data finansial dari perusahaan bersangkutan, dimana data finansial itu tercermin didalam laporan keuangan. Ukuran yang sering digunakan dalam analisa finansial adalah ratio.

Rasio keuangan dibagi tiga macam umum yaitu :

  • Ratio Likuiditas,
  • Ratio Solvabilitas, dan
  • Ratio Rentabilitas.

 

  1. Macam – Macam Ratio
  • Ratio Likuiditas

Ratio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajian financial jangka pendek yang berupa hutang – hutang jangka pendek (short time debt).

  1. Current Ratio Rasio Lancar)

Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki.

  1. Cash Ratio ( Rasio Lambat)

Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia dan yang disimpan di Bank.

  1. Quick Ratio ( Rasio Cepat )

Merupakan rasio yang digunaka untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid.

  • Ratio Solvabilitas

Rasio ini disebut juga Ratio leverage yaitu mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemiliknya dengan dana yang dipinjam dari kreditur perusahaan tersebut. Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang rasio ini menunjukkan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman (Bank).

  1. Total Debt to Total Capital Asset

Rasio ini merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Rasio ini menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dibelanjai oleh hutang.

  1. Total Debt to Equity Ratio

Merupakan Perbandingan antara hutang – hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibanya.

  • Ratio Rentabilitas

Rasio ini disebut juga sebagai Ratio Profitabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan, profitabilitas suatu perusahaan mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut.

  1. Gross Profit Margin ( Margin Laba Kotor)

Merupakan perandingan antar penjualan bersih dikurangi dengan Harga Pokok penjualan dengan tingkat penjualan, rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan.

  1. Net Profit Margin (Margin Laba Bersih)

Merupakan rasio yang digunaka nuntuk mengukur laba bersih sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan.

  1. Earning Power of Total investment

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto.

  1. Return on Equity (Pengembalian atas Ekuitas)

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi seluruh pemegang saham, baik saham biasa maupun saham preferen.

  1. Metode Perhitungan

RASIO

METODE PERHITUNGAN
  1. 1.      RASIO LIKUIDITAS
 
  1. Current Ratio
Aktiva Lancar

Hutang Lancar

  1. Cash Ratio
(Kas + Efek)

Hutang Lancar

  1. Quick Ratio
(Aktiva Lancar – Persediaan)

Hutang Lancar

  1. 2.      Rasio Solvabilitas
 
  1. Total Debt to Total Capital Assets
Total Hutang

Total Aktiva

  1. Total Debt to Equity Ratio
Total Hutang

Ekuitas Pemegang Saham

  1. 3.      Rasio Rentabilitas
 
  1. Gross Profit Margin
Laba Kotor

Penjualan Bersih

  1. Net Profit Margin
Laba setelah pajak

Penjualan Bersih

  1. Earning Power of Total investment
Laba sebelum pajak

Total Aktiva

  1. Return on Equity

Laba setelah pajak

Ekuitas Pemegang Saham

 

sumber : Google.com, Blog & WordPress, Wikipedia.

DSS

DSS (decision support system) atau sistem pendukung keputusan adalah kumpulan aplikasi perangkat lunak yang terintegrasi dan perangkat keras yang membentuk tulang punggung dari keputusan organisasi proses pengambilan.

 

Komponen

Tiga komponen fundamental dari arsitektur DSS adalah

1.database (atau basis pengetahuan),
2.model (yaitu, konteks keputusan dan kriteria pengguna), dan
3.user interface.

Komponen DSS dapat diklasifikasikan

1.Input: Faktor, angka, dan karakteristik untuk menganalisis
2.Pengguna Pengetahuan dan Keahlian: Masukan membutuhkan analisis manual oleh pengguna
3.Output: Data yang telah ditransformasikan dari mana DSS “keputusan” yang dihasilkan
4.Keputusan: Hasil yang dihasilkan oleh DSS berdasarkan kriteria pengguna
sumber
Google
Blog
dan lain-lain

Peranan peralatan input dan output serta software dalam pemecahan masalah

Peralatan Input

 

Beberapa alat input memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai alat input dan juga sebagai alat output untuk menghasilkan data. Alat input/ouput demikian dikenal dengan terminal. Alat input dibagi ke dalam dua golongan yaitu alat input langsung dan tidak langsung. Bila terminal dihubungkan dengan pusat komputer yang letaknya jauh dari terminal melalui alat komunikasi, maka disebut dengan nama Remote Job Entry (RJE) terminal atau Remote Batch terminal.

Alat input langsung memungkinkan input diproses secara langsung oleh CPU melalui alat input tanpa terlebih dahulu dinmasukkan ke dalam media penyimpanan ekternal. Alat input langsung terdiri dari beberapa golongan yaitu: keyboard, pointing device, scanner, voice recognizer.

Alat input tidak langsung , dimana data yang dimasukkan tidak langsung diproses oleh CPU, tetapi direkam terlebih dahulu ke suatu media mechine readable form (bentuk yang hanya dapat dibaca oleh komputer dan merupakan penyimpanan ekternal). Alat input tidak langsung terdiri dari: key-to-card, key-to-tape, key-to-disk.
Penyimpanan primer (primary storage)
Penyimpanan primer ada dalam beberapa bentuk yang memberikan beragam kemampuan dalam hal operasi dan kecepatan. Ukuran dari penyimpanan primer ditunjukkan dalam satuan Kilo Byte(KB), Mega Byte(MB), Giga Byte(GB).

Bentuk-bentuk penyimpanan primer:

·         RAM (random access memory), adalah memori yang dapat diakses yaitu memori yang dapat diisi dan diambil isinya. RAM bersifat volatile karena isinya akan hilang bilang listrik padam.

·         ROM (read only memory) adalah memori yang hanya dapat dibaca dan bersifat non volatile yaitu isi dari ROM tidak akan hilang jika listrik padam. ROM berisikan intruksi dan data yang memberitahukan komputer apa yang akan dilakukan pada saat komputer dinyalakan.

·         Cache Memory merupakan RAM khusus yang diletakkan antara processor. Cache memory akan dibaca terlebih dahulu oleh processor sebelum mencari intruksi atau data di RAM biasa.

Unit Output
Output yang dihasilkan pengolahan data dapat digolongkan ke dalam 4 macam bentuk, yaitu : tulisan, image, suara, dan bentuk yang hanya dapat di baca dan dimengerti komputer. Tiga yang pertama adalah output yang dapat dipergunakan langsung oleh manusia, sedangkan yang ke empat digunakan sebagai input untuk proses selanjutnya atau sebagai input komputer yang lain.

Alat output dapat berbentuk :

  1. Hard copy, alat yang digunakan untuk mencetak tulisan, angka, karakter khusus dan simbol serta image pada media hard (keras) seperti misalnya kertas atau film. Misalnya Printer, Plotter, COM (Computer Output Microform)
  2. Soft copy, alat yang digunakan untuk menampilkan tulisan, image pada media soft (lunak) yang berupa sinyal elektronik. Misalnya video display, flat planel display, speaker.

Software
Perangkat lunak (software) adalah satu atau kumpulan dari beberapa program. Perangkat lunak terbagi perangkat lunak sistem dan perangkat lunak aplikasi.
Perangkat lunak sistem melaksanakan tugas-tugas dasar yang diperlukan semua pemakai komputer yang berhubungan dengan perangkat keras. Perangkat lunak ini disediakan oleh pembuat perangkat keras atau oleh perusahaan yang mengkhususkan diri dalam membuat perangkat lunak.

Ada 3 jenis dasar perangkat lunak sistem: sistem operasi, penterjemah bahasa dan program utility.
Perangkat lunak aplikasi adalah program yang dibuat oleh pemakai menggunakan bahasa pemrograman untuk menyelesaikan suatu tugas khusus.

Database
Era Database
Sebelum era database ditandai dengan

  • Sumber data dikumpulkan dalam file-file yang tidak terhubung satu dengan lainnya
  • Setiap aplikasi memiliki/merancang file data sendiri
  • Memiliki kelemahan: duplikasi data, ketergantungan data, kepemilikan data tersebar

Untuk memecahkan masalah di atas dilakukan dengan cara pengorganisasian data secara fisik dan mengarah ke organisasi logis. Organisasi fisik (logical organization), mengintegrasikan data dari beberapa lokasi fisik yang berbeda dan merupakan cara pemakai melihat data. Organisasi fisik (physical organization), merupakan cara komputer melihat data sebagai file-file yang terpisah.

  1. .Konsep databaseMerupakan integrasi logis dari catatan-catatan dalam banyak file. Database adalah suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dalam suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali.

    Tujuan utama dari konsep database:

    1. Meminimumkan pengulangan data
    2. Independensi data
    3. Inkonsistensi data
    4. Pemakaian bersama

Hirarki data :

  1. Field
  2.  Record
  3.  File
  4.  Database

 

2.Struktur database

Penekanan pada kegiatan pengolahan data adalah pada kemampuan untuk mengakses data dengan cepat serta efisien dalam penggunaan secondary storage.
Struktur data berjenjang (hierarchical data structure)
Hubungan antara data membentuk suatu jenjang seperti pohon. Suatu pohon dibentuk dari beberapa elemen grup data yang berjenjang, disebut dengan node. Node yang paling atas atau level 1 disebut dengan root . tiap node dapat bercabang ke node lain. Satu node hanya mempunyai satu orang tua.

  1. Struktur data jaringan (network data structure)Hubungan data sama dengan struktur hirarki, tetapi untuk setiap node bisa mempunyai lebih dari satu orang tua.
  2. Struktur data hubungan (relational data structure)Data disusun dalam bentuk tabel dua dimensi yang terdiri dari kolom (field) dan baris (record). Hubungan antara record didasarkan pada nilai dari field kunci bukan berdasarkan alamat atau pointer di dalam record seperti pada strutur pohon dan jaringan.

Komputer apapun jenisnya, selalu memiliki suatu peralatan yang disebut sebagai: Input device, Central Processing Unit, Output Device dan External memory.

a.       Input Device

Input device bisa diartikan sebagai peralatan yang berfungsi untuk memasukkan data ke- dalam komputer. Jenis input device yang dimiliki oleh komputer cukup banyak, seperti :
Keyboard
Alat penunjuk ( mouse, touch-screen monitor, Light Pen, Unit Remote Control)
Alat input otomatisasi data sumber ( Scanner, MICR, EFT)
Alat input pengenal suara (microphone)
Alat input pengenal gambar (camera)

Dalam kehidupan sehari-hari, mata manusia juga bisa diartikan sebagai salah satu input device yang berfungsi untuk memasukkan data kedalam otak manusia. Membaca bisa diartikan sebagai memasukkan data (kedalam otak manusia) melalui mata.

b.      Central Processing Unit (CPU)

Bagian ini berfungsi sebagai pemegang kendali dari jalannya kegiatan komputer, dan dikarenakan itu, CPU juga disebut sebagai otak dari komputer. Selain dari pada itu, CPU juga berfungsi sebagai tempat untuk melakukan pelbagai pengolahan data. Pekerjaan engolahan data diantaranya: mencatat, melihat, membaca, membandingkan, menghitung,

mengingat, mengurutkan maupun membandingkan.

Dalam bekerja, fungsi dari CPU terbagi menjadi :

Internal Memory/Main Memory, berfungsi untuk me-nyimpan data dan program. ALU (Arithmatic Logical Unit), untuk melaksanakan perbagai macam perhitungan. Control Unit, bertugas untuk mengatur seluruh operasi computer

CPU juga disebut sebagai microprocessor. Dimana untuk bekerja microprocessor dipengaruhi oleh kapasitas pemrosesan Bit-nya dan juga frekwensi kerjanya. Kapasitas bit untuk Microprocessor ada 8 bit, 16 bit, 32 bit dan 64 bit. Kemampuan CPU dilihat dari bit- nya, bila suatu processor berkapasitas pemrosesan 8 bit, dapat diartikan bahwa pemrosesan tersebut memiliki 8 pintu masuk untuk menerima bit-bit instruksi. Dengan demikian, processor 16 bit, dapat memproses kira-kira 2 kali lebih cepat dari yang 8 bit.

Faktor lain yang mempengaruhi kecepatan kerja microprocessor adalah frekwensi kerja komputer. Ada CPU yang mempunyai frekwensi 4.77 Mhz (mega hertz = juta hertz), 8 Mhz, 16 Mhz, 40 Mhz, 50 Mhz dan lain sebagainya. Semakin tinggi frekwensi yang dimilikinya, semakin tinggi pula kecepatan memprosesnya.

Microprocesor 8 bit adalah 8088, biasa digunakan untuk komputer PC-XT dengan frekwensi 4.77 Mhz. Microprocessor 16 bit adalah 80286, dipasang untuk type PC-AT dengan frekwensi antara 8 Mhz hingga 20 Mhz. Microprocessor 32 bit adalah 80386 dan 80486, kedua jenis microprocessor ini dipasang pada jenis PC-ATgan frekwensi antara 20 Mhz hingga 40 MHZ. Kini beredar microprocessor jenis 80586 (pentium) dan 80686

Microprocessor 586 dikenal dengan nama pentium, telah dirilis sejak bulan Maret 1993. Banyak perubahan dan peningkatan pada processor ini. Kecepatan yang dimiliki adalah 112 MIPS (Million Instruction PerSecond) atau meningkat 5 kali lebih cepat dari generasi 486.

c.       Output Device

Output device bisa diartikan sebagai peralatan yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil pemrosesan ataupun pengolahan data yang berasal dari CPU kedalam suatu media yang dapat dibaca oleh manusia ataupun dapat digunakan untuk penyimpanan data hasil proses. Jenis output device yang dimiliki oleh komputer cukup banyak, seperti :

Alat output tampilan ( layar monitor, LCD proyektor)
Alat output cetakan (printer)
Alat output suara (speaker device)

Microform

Alat output grafik (printer, plotter, layar tampilan)

Dalam kehidupan sehari-hari, menulis, juga bisa dikatakan sebagai suatu cara untuk mengeluarkan hasil pemikiran kedalam suatu media sehingga bisa dibaca oleh manusia. Media yang dipergunakan untuk menulis bisa berupa kertas ataupun bentuk lainnya.

Dalam sebuah perusahaan baik staf maupun manager sering tampak menggunakan keyboard dan layar tampilan dan mungkin printer dan plotter dalam memecahkan masalah. Alat input dan output ini menyediakan hubungan komunikasi antara pengguna (user) dengan computer dan karenanya berperan langsung pada pemcahan masalah. Ada pula alat pada computer yang tidak secara langsung berperan dalam pemecahan masalah, contohnya seorang manager meminta stafnya untuk mengumpulkan informasi dari laporan-laporandalam bentuk microfilm dan menyajikan ringkasannya dalam bentuk grafik. Jadi bisa disimpulkan bahwa semua alat input maupun output dapat berkontribusi pada pemecahan masalah baik secara langsung maupun tidak langsung

sumber

http://aldidoniprabowo.blogspot.com/2011/12/peranan-peralatan-input-dan-output.html
http://sitisholihahpuspitasari.blogspot.com/2010/12/peranan-peralatan-input-dan-output.html

http://vhalega.blogspot.com/2010/12/peranan-peralatan-input-dan-output.html

http://ayuclark.blogspot.com/2011/12/sistem-informasi-manajemen-tugas-3.html

ily.staff.gunadarma.ac.id/…/files/…/catatan+kuliah+minggu3_4.doc

Model Umum Perusahaan dan Pendekatan Sistem

  • Pengertian Model

adalah rencana, representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu objek, sistem, atau konsep, yang seringkali berupa penyederhanaan atau idealisasi. Bentuknya dapat berupa model fisik (maket, bentuk prototipe), model citra (gambar rancangan, citra komputer), atau rumusan matematis.JENIS-JENIS MODEL :

  1. Model Fisik ; penggambaran/ bentuk-bentuk entitas dalam bentuk 3 dimensi.
  2. Model Naratif ; menggambarkan entitas secara lisan atau tulisan.
  3. Model Grafik ; menggambarkan entitas dengan sejumlah garis atau symbol.

Model matematika ; sebagian besar perhatian dalam pembuatan bisnis (business modeling) saat ini tertuju pada model matematika. Keunggulannya, ketelitian dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek

  • TAHAPAN PEMECAHAN MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM
  1. Usaha Persiapan

o Memandang perusahaan sebagai suatu sistem.

o Mengenal sistem lingkungan.

o Mengidentifikasi subsistem perusahaan.

  1. Usaha Definisi

o Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem.

Tujuannya : mengidentifikasi tingkat sistem tempat persoalan berada.

o Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu :

  • Mengevaluasi standar.
  • Membandingkan output dengan standar.
  • Mengevaluasi manajemen.
  • Mengevaluasi pemroses informasi.
  • Mengevaluasi input dan sumber daya input.
  • Mengevaluasi proses.
  • Mengevaluasi sumber daya output.

3. Usaha Persiapan

o Pertimbangan alternatif yang layak.

o Mengevaluasi berbagai solusi alternatif.

o Memilih solusi terbaik.

o Menerapkan solusi.

o Memastikan bahwa solusi tersebut efektif.

FAKTOR MANUSIA YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH

3 Kategori manajer dalam merasakan masalah :

1. Penghindar masalah (Problem Avoider), manajer mengambil sikap positif dan menganggap semua baik-baik saja.ia berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi.

2. Mengumpulkan Informasi/Pencari masalah (Problem Seeker)) :

a. Gaya teratur, mengikuti gaya management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.

b. Gaya menerima, manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya/orang lain dalam organisasi.

3.Menggunakan informasi untuk memecahkan masalah/Pemecah masalah

( Problem solver) :

a. Gaya sistematik, manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan. Co. : pendekatan sistem.

b. Gaya intuitif, manajer tidak menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi.

  • Penggunaan model sistem umum

Pasar swalayan

Arus Material: barang-barang yang akan dijual.

Arus Personil : Manajer took,pegawai gudang,kasir.

Arus Uang: Pemasukan yang disediakan oleh pembeli dan Pengeluaran kepada pemasok, pegawai dan pemilik.

Sumber daya mesin : Lemari pendingin,kotak peraga,rak-rak,dan computer.

Proses transformasi: Pembungkusan Barang,mengatur barang di rak.

Elemen manajemen system konseptual: Manajer Toko dan asisten.

Pengolah informasi: Komputer dan pembaca beserta kasir.

Dalam melakukan pendekatan sistem ada langkah-langkah dan tahapan yang bisa dilakukan.

Tahap I: Usaha persiapan
Langkah-langkahnya adalah memandang perusahaan sebagai suatu sistem, mengenal sistem lingkungan (pemegang saham, pelanggan, masyarakat keuangan, masyarakat global, pemerintah, pesaing, pemasok, serikat kerja), mengidentifikasi subsistem-subsistem perusahaan.

Tahap II: Usaha definisi

  • Suatu masalah ada atau akan ada (identifikasi masalah).
  • Mempelajari masalah untuk mencari solusi (pemahaman masalah).
  • Mencari pemicu masalah (problem trigger) yang dapat berasal dari lingkungan atau dari dalam perusahaan.
  • Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem. Caranya adalah menganalisis sisem menurut subsistem-subsistemnya. Kemudian apakah susbsistem itu terintegrasi menjadi satu unit yang berfungsi lancar? Lalu apakah semua subsistem bekerja untuk mencapai tujuan sistem? Setelah itu analisa top-down untuk mengidentifikasi tingkat sistem dimana penyebab persoalan berada.
  • Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu.

Elemen-elemen sistem dapat dianalisis secara berurutan, yaitu:

  1.  Mengevaluasi standar (standar harus sah/valid, standar harus realistis, standar harus dimengerti oleh mereka yang akan mencapainya, dan standar harus terukur).
  2. Membandingkan sistem output dengan standar.
  3. Mengevaluasi manajemen.
  4. Mengevaluasi pengolah informasi.
  5. Mengevaluasi input dan sumber daya input.
  6. Mengevaluasi proses transformasi.
  7. Mengevaluasi sumber daya output.

Tahap III: Usaha solusi

  • Mengidentifikasi berbagai alternatif solusi. Dengan cara mencari jalan yang berbeda untuk memecahkan masalah yang sama. Seperti Brainstorming (tukar pikiran), dan Joint Application Design (rancangan aplikasi bersama).
  • Mengevaluasi berbagai alternatif solusi. Contohnya dengan menggunakan kriteria evaluasi yang sama, untuk mengukur seberapa baik suatu alternatif dapat memecahkan masalah.
  • Memilih solusi terbaik. Dengan cara menganalisis suatu evaluasi sistematis atas pilihan-pilihan dan mempertimbangkan konsekuensi pilihan tersebut pada tujuan organisasi. Kemudian memberi penilaian atas proses mental manajer. Setelah itu melakukan tawar-menawar atau negosiasi antara beberapa manajer.
  • Menerapkan solusi. Masalah tidak terpecahkan hanya dengan memilih solusi terbaik tapi perlu diterapkan.
  • Menindaklanjuti untuk memastikan bahwa solusi itu efektif.

Manajer harus tetap mengatasi situasi untuk memastikan bahwa solusi mencapai kinerja yang direncanakan.

Ada beberapa faktor pribadi yang mempengaruhi pemecahan masalah.

1)      Gaya merasakan masalah
Bagaimana menghadapi masalah ada 3 kategori:

a)      Penghindar masalah. Yang menghalangi kemungkinan masalah-mengabaikan informasi.

b)      Pemecah masalah. Tidak mencari masalah tidak juga menghindari masalah. Bila ada masalah akan dipecahkan.

c)      Pencari masalah. Menikmati pemecahan masalah dan mencarinya.

2)      Gaya mengumpulkan informasi

a)      Gaya teratur. Mengikuti dan menyaring yang tidak berhubungan dengan bidangnya.

b)      Gaya menerima. Ingin melihat semua masalah dan menilai informasi tersebut.

3)      Gaya menggunakan informasi

a)      Gaya sistematis. Mengikuti metode/cara yang telah ditetapkan.

b)      Gaya intuitif. Menyesuaikan pendekatan dengan situasi.

Walau tidak semua manajer mengikuti pendekatan sistem dalam pemecahan masalah, pendekatan sistem merupakan metodologi sistem dasar. Jadi manajer harus bisa menempatkan pendekatan sistem secara perspektif.

sumber

http://safrilblog.wordpress.com/2011/10/23/model-sistem-umum-perusahaan/

http://a69670.wordpress.com/2010/01/01/pendekatan-sistem/

http://deryfirmansyah09.blogspot.com/2011/12/model-sistem-umum-perusahaan-pendekatan.html

http://yogiatrisa.blogspot.com/2011/12/model-sistem-umum-perusahaan-pendekatan.html

http://dianachaerisma.blogspot.com/2011/12/model-sistem-umum-perusahaan-dan.html

PENGGUNAAN KOMPUTER di PASAR INTERNASIONAL

Perusahaan Multinasional (multinational Corporation = MNC)

Adalah perperusahaan yang beroperasi melintasi berbagai produk, pasar, bangsa, dan budaya. MNC terdiri dari perusahaan induk dan sekelompok anak perusahaan. Anak-anak perusahaan tersebut tersebar secara geografis dan masing-masing mungkin memiliki tujuan, kebijakan dan prosedur sendiri. Dengan bentuk tersebut, MNC mungkin merupakan bentuk organisasi paling rumit yang keberadaannya saat ini meluas.

MNC merupakan suatu sistem terbuka tetapi berusahan meminimumkan ketidakpastian yang ditimbulkan oleh lingkungan. Ketidakpastian dalam hal ini adalah perbedaan antara jumlah informasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas dan jumlah informasi yang telah dimiliki oleh organisasi”. Karena ketidakpastian melibatkan informasi, para eksekutif MNC dengan mudah melihat bahwa mereka dapat mengatasi pengaruh-pengaruh lingkungan dengan menggunakan secara baik teknologi informasi. MNC membuat sistem pengolah informasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dari segi pengaruh lingkungan dan warisan administratif. Perusahaan yang berhasil membuat sistem yang cocok memiliki peluang terbaik mencapai kinerja yang baik, mereka yang gagal berisiko tinggi mengalami kinerja yang buruk.

Menurut William Egelhoff dariFordhamUniversity) mengidentifikasi 4 struktur yang berbeda, yakni :

  • Divisi fungsional sedunia (worldwide functional divisions), Dalam struktur ini, anak-anak perusahaan diorganisasi menurut jalur fungsional-manufaktur, pemasaran dan keuangan. Area-area fungsional di anak perusahaan melapor langsung pada pasangan fungsional mereka di induk perusahaan.
  • Divisi internasional (International divisions), Dalam struktur ini semua anak perusahaan di luar negeri melapor pada suatu divisi Internasional MNC yang terpisah  dari divisi domestik.
  • Wilayah geografis (Geographic regions), Dalam struktur ini, MNC membagi operasinya yang menjadi wilayah – wilayah, dan tiap wilayah bertanggung jawab atas anak-anak perusahaan yang berlokasi di dalam batasnya.
  • Divisi produk sedunia (worldwide product divisions), Dalam struktur ini, perusahaan diorganisasikan menurut jalur divisi produk, dan tiap divisi bertanggung jawab atas operasi mereka sendiri di seluruh dunia.

Perlunya koordinasi di dalam MNC

Koordinasi merupakan kunci dalam mencapai keunggulan kompetitif di pasar global, akan tetapi tantangan koordinasi bagi MNC lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang membatasi aktifitasnya di dalam negeri. Keuntungan koordinasi tersebut mencakup:

  • Fleksibel dalam memberi respon terhadap pesaing diberbagai Negara
  • Kemampuan memberi respon terhadap suatu perubahan meningkat
  • Kemampuan mengikuti kebutuhan pasar di dunia
  • Kemampuan mentransfer pengetahuan antar unit di berbagai negara
  • Pengurangan keseluruhan biaya operasi
  • Peningkatan efisiensi dan efektifitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan
  • Kemampuan mencapai dan mempertahankan keragaman produk perusahaan serta cara produksi dan distribusinya


 

Strategi bisnis global

Strategi bisnis MNC dikelompokan atas empat (4) strategi menurut Christopher Bartlett & Sumantra Goshal, yaitu :

         1.         Strategi Multinasional, perusahaan induk memberikan kebebasan kepada anak perusahaan untuk mengembangkan produk dan praktek mereka sendiri serta senantiasa memberikan pelaporan keuangan (desentralisasi). Strategi ini menimbulkan kendurnya pengendalian oleh perusahaan induk (kantor pusat), dan sistem informasi memudahkan desentralisasi dalam pengambilan keputusan strategis serta terdiri dari proses dan database yang beridiri sendiri (oleh anak perusahaan).

         2.         Strategi Global, pengendalian ada di perusahaan induk (sentralisasi proses & database). Perusahaan berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan di seluruh dunia dengan produk-produk standar. Produk untuk seluruh pasar dunia diproduksi secara sentarl dan dikirimkan ke anak-anak perusahaan. Hal tersebut mengakibatkan sebagaian besar kapasitas sistem informasinya berlokasi diperusahaan induk dan terdapat sentralisasi proses dan database. Pengendalian sangat ketat dan strategi diatur oleh pusat.

         3.         Strategi Internasional, perpaduan strategi global (sentralisasi) dan strategi multinasional (desentralisasi). Strategi ini memerlukan suatu tim manajemen diperusahaan induk yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan menembus pasar global. Keahlian ini disediakan anak perusahaan yang digunakan untuk mengadaptasi produk, proses dan strategi perusahaan bagi pasar mereka sendiri. Dengan strategi ini akan menggunakan sistem interorganisasi yang menghubungkan proses dan database perusahaan induk dengan anak perusahaan.

         4.         Strategi Transnasional, perusahaan induk dan semua anak perusahaan bekerja sama memformulasikan strategi dan kebijakan operasi, mengkoordinasikan logistik agar produk mencapai pasar yang tepat. Tercapainya efisiensi dan integrasi global serta fleksibilitas di tingkat lokal. Selain itu menunjukkan kapasitas pemrosesan informasi yang tersedia pada tingkat anak perusahaan. Ketika perusahaan menerapkan strategi transnasional, perusahaan mencapai integrasi dalam sistemnya dengan menggunakan standar yang diterapkan pada skala internasional serta dengan arsitektur yang umum. Tim pengembangan menyertakan wakil dari berbagai anak perusahaan untuk memastikan bahwa sistem tersebut memenuhi kebutuhan local. Strategi transnasional menempatkan tanggung jawab yang besar pada pengelola database untuk memastikan keseragaman rancangan database di seluruh dunia.

Penggerak bisnis global

Daya yang mendorong GIS yang pertama adalah keinginan untuk mencapai skala ekonomi (economies of scale). Ketika perusahaan mulai menggunakan komputer secara global, mereka mulai menyadari luasnya keuntungan-keuntungan yang tersedia. Keuntungan tersebut dikenal dengan penggerak bisnis global (global business drivers – GBD). GBD adalah suatu entitas yang mengambil manfaat dari skala ekonomis dan skop eknomis, serta kemudian berkontribusi pada strategi bisnis global. GBD menjadi dasar rencana strategis sumber daya informasi perusahaan  (strategic planning for information resources – SPIR).

Berikut ini adalah tujuh penggerak yang diidentifikasi melalui survei atas 105 MNC yang berkantor pusat di Amerika Serikat :

  1. Sumber daya bersama

Beberapa anak perusahaan MNC membagi sumber daya yang sama untuk mengurangi biaya, misalnya armada kapal tanker dan pusat-pusat distribusi.

  1. Operasi yang fleksibel

Produksi dapat dipindahkan dari satu pabrik ke pabrik lain sebagai respon atas perubahan kondisi.

  1. Rasionalisasi operasi

Berbagai komponen dan sub rakitan dibuat di seluruh dunia dan kemudian dirakit menjadi produk jadi.

  1. Pengurangan risiko

MNC membatasi risiko yang inheren dalam beroperasi disatu negara dengan beroperasi dibeberapa negara.

  1. Produk global

Memasarkan produk yang sama di seluruh dunia atau anak perusahaan di seluruh dunia merakit produk dari sub rakitan yang sama.

  1. Pasokan yang langka

Sumber daya yang langka disimpan terpusat dan senantiasa tersedia pada saat diperlukan.

  1. Pelanggan tingkat perusahaan.

Memiliki pelanggan yang berada di seluruh dunia.

Masalah dalam menerapkan sistem informasi global

MNC yang  memulai suatu proyek untuk membentuk GIS akan menghadapi sejumlah permasalahan, yaitu :

  • Kendala Politis

–                  pembatasan pembelian dan impor  perangkat keras

–                  pembatasan pemrosesan data

–                  pembatasan komunikasi data

  • Permasalahan teknologi
  • Kurangnya dukungan dari manajer anak perusahaan

Strategi penerapan GIS

Bila suatu MNC mengikuti strategi multinasional, diperlukan sejumlah tim pengembangan yang bekerja di sejumlah anak perusahaan. Bila strategi global yang diikuti, tim pengembangan GIS mengerjakan sebagian besar tugasnya di perusahaan induk. Bila strategi internasional ang diikuti, satu atau sejumlah tim pengembangan dapat berpergian dari perusahaan induk ke anak-anak perusahaan. Bila strategi transnasional  yang diikuti, tim pengembangan menyertakan wakil-wakil dari perusahaan induk dan anak perusahaan .

Strategi transnasional bagi penerapan GIS

Strategi ini paling rumit dalam rangka membangun menjadi suatu sistem yang bekerja dengan lancar dan strategi penerapannya meliputi:

  • Menghubungkan GIS dengan strategi bisnis
  • Menentukan sumber daya informasi
  • Menyediakan pembagian data
  • Memperhatikan lingkungan budaya

Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan GIS dalam lingkungan budaya, meliputi :

  • dukungan manajemen puncak
  • pengenalan computer
  • kekuatan referensi
  • preferensi komunikasi lisan
  • kepuasan dalam menggunakan GIS

sumber

http://juventus4ever.wordpress.com/2011/11/04/penggunaan-komputer-di-pasar_internasional/

http://adamsong.wordpress.com/sistem-informasi-manajemen/penggunaan-komputer-di-pasar-internasional/

http://nurresti.blogspot.com/2011/11/penggunaan-komputer-di-pasar.html

http://rizkiagustian47.wordpress.com/2012/11/16/penggunaan-komputer-di-pasar-internasional-tugas-3/

PERENCANAAN STRATEGI PERUSAHAAN

TAHAP PERKEMBANGAN KONSEP

1.            Anggaran dan pengawasan keuangan. Tahap ini menggunakan anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian. Tindakan manajerial didasarkan pada proyeksi jangka pendek dan berorientasi pada fungsi bisnis, dengan asumsi lingkungan stabil.

2.            Perencanaan jangka panjang.

3.            Perencanaan strategi bisnis. Perhatian manajemen beralih dari fungsi internal perusahaan (fungsi produksi) ke lingkungan eksternal perusahaan (fungsi pemasaran). Akibatnya berkembang diversifikasi usaha, ada segmentasi usaha, unit usaha otonom yang disebut satuan strategis bisnis (strategic business unit, SBU).

4.            Perencanaan strategis perusahaan. Ini diperlukan untuk mengurangi konflik internal. Perencanaan strategis yang terpadu ini bersifat administratif.

5.            Manajemen strategis. Perencanaan strategis diintegrasikan bukan hanya dalam sub-sistem administrasi semata, melainkan pula berbagai sub-sistem dalam proses manajemen lainnya, seperti struktur organisasi, informasi, SDM yang membentuk budaya perusahaan secara menyeluruh. Penyatuan berbagai subsistem infrastruktur manajerial dan pembentukan budaya perusahaan inilah yang disusun, dikembangkan dan diarahkan dalam manajemen strategis.

MANFAAT DAN PERANAN RENCANA STRATEGIS

  • Menentukan batasan usaha/bisnis. Memilih fokus bidang usaha yang akan dikembangkan yang didasarkan pada semua lapisan manajemen.
  • Memberikan arah perusahaan. Menentuan batasan usaha dan arah perusahaan merupakan dua sisi dari satu mata uang yang sama yang mendasari atau dihasilkan. Kedua hal itu merupakan dasar penyusunan prioritas tindakan dan kebijakan perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan.
  • Mengarahkan dan membentuk kultur perusahaan. Rencana strategis menunjang pengarahan dan pembentukan budaya perusahaan lewat proses interaksi, tawar-menawar, atau komunikasi timbal-balik.
  • Menjaga kebijakan yang taat asas dan sesuai.
  • Menjaga fleksibilitas dan stabilitas operasi.
  • Memudahkan penyusunan rencana kegiatan dan anggaran tahunan.

PENDEKATAN ATAU PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS

Pendekatan ini dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok berdasarkan lingkup dan titik bahasan di satu pihak dan penekanan pada proses atau hasil di lain pihak. Pada pengelompokan pertama, menurut Porter, terdapat pendekatan klasik berhadapan dengan pendekatan non-klasik. Kemudian, pada kelompok kedua terdapat pendekatan keperilakuan berhadapan dengan pendekatan administratif.

  1. Pendekatan Klasik

Pendekatan klasik diperkenalkan oleh Porter untuk membedakan umum dengan pendekatannya sendiri. Dalam analisis lingkungan dimasukkan semua faktor lingkungan usaha, baik yang langsung maupun tidak langsung, sehingga bersifat global. Pendekatan ini relatif mudah karena dua hal: informasi yang disyaratkan bersifat global dan teknik yang digunakan sederhana.

  1. Pendekatan Non-Klasik

Pendekatan non-klasik atau pendekatan Porter ini menitikberatkan pada analisis posisi persaingan, sehingga hanya lingkungan langsung perusahaan yang relevan. Pendekatan ini mensyaratkan informasi yang cukup tentang pihak dalam lingkungan persaingan tersebut. Hasilnya spesifik tentang strategi perusahaan yang dipilih.

  1. Pendekatan Administratif

Fokus pendekatan ini adalah dokumen resmi rencana strategis yang memenuhi syarat yang berisi arah dan strategi perusahaan. Pendekatan ini kurang memperhatikan faktor komitmen dan berbagai tingkat dan bidang manajemen.

  1. Pendekatan Keperilakuan

Bertentangan dengan pendekatan administratif. Penekanan pendekatan ini adalah manfaat utama dari suatu rencana strategis bukan pada hasil berupa dokumen resmi, melainkan pada komitmen, kesepakatan, tingkah laku yang dihasilkan dari proses penyusunan dokumen.

TAHAP DAN KERANGKA PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS

  • Perumusan misi perusahaan;
  • Analisis keunggulan, kelemahan, kesempatan dan ancaman (SWOT);
  • Penentuan arah, sasaran dan strategi;
  • Identifikasi program dan proyeksi keuangan.

KONSEP PERENCANAAN STRATEGIS MANAJEMEN STRATEGIS, KEBIJAKAN BISNIS, DAN PERENCANAAN STRATEGIS

Menurut Wheelen dan Hunger (1987) manajemen strategis adalah himpunan dari putusan dan tindakan manajerial yang menentukan performansi badan usaha dalam jangka panjang. MS mencakup perumusan, implementasi, dan evaluasi atau pengendalian strategi. Dengan demikian, studi mengenai manajemen strategi menitikberatkan pada kegiatan untuk memantau dan mengevaluasi peluang dan kendala lingkungan, di samping kekuatan dan kelemahan perusahaan. Dalam hal ini, perencanaan strategis merupakan bagian dari MS, karena tidak mencakup implementasi, evaluasi, dan pengendalian strategi, melainkan hanya mencakup perumusan strategi.

Di pihak lain, kebijakan bisnis merupakan studi yang sifatnya integratif dan komprehensif karena lebih cenderung melihat ke dalam perusahaan, dengan menitikberatkan pada masalah efisiensi atas utilitas sumber daya yang dimiliki perusahaan. Dengan demikian, kebijakan bisnis memfokuskan pada perumusan pedoman umum yang memungkinkan pencapaian yang lebih baik atas misi dan tujuan perusahaan. Jadi, dalam manajemen strategis tercakup juga kebijakan bisnis, tetapi dengan penekanan yang lebih besar pada aspek lingkungan dan strategi.

EVOLUSI DARI MANAJEMEN STRATEGI

Menurut Gluck, Kaufman dan Walleck (1982), ada empat fase evolusi manajemen strategis:

  • Basic Financial Planning: mengupayakan pengendalian operasional dan manajerial yang baik dengan menggunakan anggaran sebagai instrumennya.
  • Forecast-based planning: mengupayakan sistem perencanaan yang lebih efektif untuk mencapai pertumbuhan perusahaan, dengan memperkirakan keadaan masa depan untuk waktu yang lebih lama.
  • Externally oriented planning: mengupayakan peningkatan kepekaan terhadap pasar dan persaingan dengan cara mencoba untuk berpikir strategis.
  • Strategic management: mengupayakan untuk mengatur semua sumberdaya yang ada untuk mengembangkan daya saing dan membantuk menciptakan masa depan.

Hax dan Majluf (1984), evolusi manajemen strategis terdiri dari lima tingkatan:

i.            Bugeting and financial control dengan anggaran sebagai instrumen;

ii.            Long range planning;

iii.            Businees strategic planning;

iv.            Corporate strategic planning: perencanaan jangka panjang terpadu.

v.            Strategic management.

MODEL PROSES MANAJEMEN STRATEGIS

Hax dan Majluf (1984) membedakan dua macam proses manajemen strategis, yaitu tingkat unit usaha (business) dan badan usaha (corporate).

Business Strategic Planning:

  • Misi unit usaha.
  • Perumusan strategi usaha dan program menyeluruh.
  • Perumusan dan evaluasi program khusus.
  • Alokasi sumberdaya dan pengukuran kinerja untuk pengendalian manajemen.
  • Penganggaran tingkat unit usaha.
  • Pengesahan penganggaran dari dana strategis dan operasional.

Corporate Strategic Planning:

  • Visi badan usaha.
  • Postur strategis dan pedoman perencanaan.
  • Misi unit usaha.
  • Perumusan strategi dan program kerja menyeluruh.
  • Perumusan strategi fungsional.
  • Konsolidasi atas strategi unit usaha dan strategi fungsional.
  • Penentuan dan evaluasi program kerja khusus unit usaha.
  • Penentuan dan evaluasi program kerja khusus fungsional.
  • Alokasi sumberdaya dan penentuan pengukuran kinerja.
  • Penganggaran tingkat unit usaha.
  • Penganggaran tingkat fungsional.
  • Konsolisasi penganggaran dan pengesahan dana strategis dan operasional.

Model perencanaan strategis menurut Pearce II dan Robinson (1988) tidak membedakan antara perencanaan strategis untuk unit usaha dan badan usaha.

  • Company mission.
  • Company profile.
  • External environment.
  • Strategic analysis and choice.
  • Long term objective
  • Grand strategy (rencana kegiatan utama dan komprehensif).
  • Annual objectives
  • Functional strategies.
  • Policies

ANALISIS SWOT OVERALL TUJUAN ANALISIS

Untuk memberikan gambaran hasil analisis keunggulan, kelemahan, peluang dan ancaman perusahaan secara menyeluruh yang digunakan sebagai dasar atau landasan penyusunan objective dan strategi perusahaan dalam corporate planning.

RUANG LINGKUP

¨  Lingkungan

¨  Keadaan intern perusahaan

¨  Peramalan

JENIS DAN SUMBER INFORMASI

Intern              :  data perusahaan dan data dan informasi yang dikumpulkan perusahaan

Ekstern            : data sekunder, data dan informasi yang diperoleh dari hasil survai atau

pengamatan.

PROSES DAN PERALATAAN ANALISIS

  1. Analisis Lingkungan:
    1. Ekonomi (business cycle, inflasi dan deflasi, kebijakan moneter, neraca pembayaran.
    2. Pemerintah/perundang-undangan (pusat dan daerah, pemerintah pembeli terbesar, subsidi, perlindungan industri, kebijakan pemerintah).
    3. Pasar/saingan (perubahan struktur kependudukan, distribusi pendapatan, alur hidup produk/layanan, kemudahan akses masuk, rintangan masuk).
    4. Teknologi (bahan baku, cost of labor, sub-assemblies, dan perubahan teknologi).
    5. Geographies (lokasi, nusantara)
    6. Sosial budaya (cita rasa, nilai yang beruang).
  1. Analisis Keadaan Intern Perusahaan:
    1. Organisasi (misi, maksud, dan tujuan; Sarana/fasilitas dan teknologi yang dimiliki; Sistem dan prosedur kerja).
    2. Fungsi perusahaan (produksi, pemasaran, keuangan, personalia – SDM).
  1. Peralatan Analisis: Peramalan
    1. Arti dan peranan peramalan (REPO: rasional, estimate, preparasi, dan operasional).
    2. Ruang lingkup peramalan.
    3. Langkah peramalan.
    4. Teknik dan metode peramalan.
    5. Contoh peramalan.

     

sumber

 

http://megarini.blogspot.com/2011/11/perencanaan-strategi-perusahaan.html

blog.unm.ac.id/…/04/KONSEP-PERENCANAANSTRATEGIS.doc

http://www.anneahira.com/perencanaan-strategis.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Perencanaan_strategis

http://www.masterstudies.co.id/mata-kuliah/Brasil/BSP-Business-School-Sao-Paulo/Perencanaan-Strategis-Perusahaan/

Data, Sistem, dan Informasi

Pengertian

Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.

Dalam pokok bahasan Manajemen Pengetahuan, data dicirikan sebagai sesuatu yang bersifat mentah dan tidak memiliki konteks. Dia sekedar ada dan tidak memiliki signifikansi makna di luar keberadaannya itu. 

Informasi adalah pesan atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan atau data yang telah diberi makna melalui konteks.

contoh, dokumen berbentuk spreadsheet  seringkali digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada di dalamnya.

Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.

Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.

 

Penggunaan pada Manajer

Dari semua pengertiannya, bahwa yang , namanya data, informasi dan sistem tidak dapat dipisahkan karena semua itu satu kesatuan dan juga peranan penting bagi perusahaan. Lalu semuanya itu berguna bagi Manajer untuk membuat keputusan dalam mencapai tujuan, menganalisa dan mengontrol kinerja karyawan.

Data, Sistem dan Informasi dikehidupan sehari-hari

Contohnya, Sistem layanan akademis, yang mewajibkan mahasiswa memperoleh data akademis dan mendaftar mata kuliah yang diambil pada setiap semester, dapat disebut KRS (Kartu Rencana Study), setiap di awal semester, mahasiswa wajib mengisi KRS tersebut di PSMA-online, bertujuan untuk menandakan bahwa mahasiswa telah aktif pada semester tersebut.